Review Film Petualangan Sherina 2 (2023)

Petualangan Sherina 2

Sinopsis film Petualangan Sherina 2 berkisah tentang Sherina yang telah dewasa kini bekerja sebagai seorang reporter dan mendapat tugas liputan di lokasi Kalimantan. Tak disangka, Sherina bersua bersama teman lamanya, yaitu Sadam (Derby Romero), yang bekerja terhadap sebuah lembaga konservasi di hutan Kalimantan. Sayangnya, reuni mereka terganggu sebab adanya komplotan yang menculik orang utan serta kerap bermain di slot server myanmar.

Nah, sebelum anda nonton film Petualangan Sherina 2 di bioskop, simak terlebih dahulu ulasan selanjutnya ini!

Review film Petualangan Sherina 2

Premis mirip bersama konflik yang lebih dewasa dan buat nostalgia

Konsep konflik yang tersedia di dalam Petualangan Sherina 2 sebetulnya enggak jauh berlainan dari film pertamanya. Namun, cii-ciri konflik selanjutnya dan juga penyelesaiannya kini dikemas bersama nuansa yang lebih dewasa.

Contoh kemiripannya; pemicu konflik ke-2 filmnya berawal ketika Sherina terpaksa pergi ke tempat yang tidak ia inginkan, namun justru berbuah jadi petualangan baginya. Di film pertama, hal ini berjalan sebab Sherina terpaksa ganti sekolah ke Bandung sebab pekerjaan ayahnya. Sementara di film kedua, Sherina secara dadakan ditugaskan ke Kalimantan, dari yang harusnya meliput acara World Economic Forum di Davos, Swiss.

Berbagai kemiripan ini sebetulnya mengakibatkan jalur cerita filmnya jadi gampang tertebak. Namun, hal ini bukanlah suatu hal yang sepenuhnya negatif. Sebab, pengemasan cerita yang lebih dewasa ini mengakibatkan pemirsa yang dulu melihat film pertamanya jadi mulai tumbuh besar bersama bersama Sherina dan Sadam.

Konflik personal yang dihadapi oleh Sherina dan Sadam di sekuelnya ini lumayan relate bagi para generasi 1990 dan 2000-an awal. Makanya, menurut melihat Petualangan Sherina 2 itu seperti bersua lagi bersama teman lama yang telah lama tidak kami jumpai. Apalagi, watak Sherina dan Sadam sebagai cii-ciri mampu dibilang tidak terlampau banyak mengalami perubahan, kendati telah beranjak dewasa.

Sekuelnya termasuk punyai banyak callback berkaitan aspek dari film pertamanya yang berhasil buat bernostalgia, mulai dari yang terlampau ikonis hingga aspek terkecil sekalipun. Terlepas dari berbagai hal yang ‘memanjakan’ bagi pemirsa film pertamanya tersebut, sekuelnya termasuk tetap mampu dinikmati oleh para generasi sekarang, terlebih anak-anak. Apalagi, terlampau jarang tersedia film anak bergenre musikal beberapa tahun terakhir ini.

Akting apik dari tiap pemain, namun Isyana berhasil curi perhatian

Meski telah lama tidak berakting bersama, Sherina Munaf dan Derby Romero seolah enggak dulu kehilangan chemistry mereka sebagai Sherina dan Sadam. Sepanjang sekuelnya, interaksi Sherina dan Sadam muncul terlampau hangat berkat cii-ciri mereka, bahkan elemen romansanya termasuk mulai canggung dan dipaksakan. Hal ini pun menyatakan bahwa persahabatan mereka bukan cuman di film saja, namun termasuk di dunia nyata.

Selain Sherina dan Derby yang jadi pemeran utama, sejumlah aktor lainnya yang tampil di dalam film Petualangan Sherina 2 termasuk berhasil tampil apik. Namun, sosok yang menurut paling berhasil mencuri perhatian adalah Isyana Sarasvati yang berperan sebagai sang antagonis, yaitu Ratih.

Meski karakternya menyebalkan, kehadiran Isyana sebagai Ratih terlampau menghibur bahkan hanya melalui ekspresinya sekalipun. Chemistry Isyana bersama Chandra Satria selaku pemeran Syailendra yang merupakan suaminya Ratih termasuk enggak kalah erat dari Sherina-Derby. Rasanya susah membayangkan aktris tak hanya Isyana untuk memerankan Ratih, sebab ia tampak terlampau natural dan pas buat memerankannya.

Soundtrack yang berhasil buat puas selama nonton

Dari aspek pengambilan gambar sebetulnya enggak tersedia yang begitu spesial dari film ini, termasuk langkah pengambilan gambar adegan musikalnya yang tak terlampau jauh berlainan dari film pertamanya. Namun, musik-musik yang tersedia selama Petualangan Sherina 2 tetap berhasil mengakibatkan pemirsa puas seperti terhadap film pertamanya, dan termasuk enggak kalah ikonis.

Soundtrack yang hadir terhadap tiap-tiap peristiwa musikal terlampau sesuai bersama emosi yang sedang berjalan terhadap adegannya, agar enggak mulai aneh dan dipaksakan. Beberapa soundtrack-nya termasuk jadi callback dari keliru satu OST yang tersedia di film pertamanya, agar lagi-lagi berhasil mengakibatkan pemirsa bernostalgia. Intinya, anda telah tak mesti mencurigakan lagi urusan musik di dalam film ini.

Well, sebetulnya jika dibandingkan bersama film pertamanya, OST terhadap sekuelnya sebetulnya belum segera melekat sehabis muncul bioskop. Namun, kemungkinan besar hal ini hanya persoalan sementara saja.

Dengan ceritanya yang lebih dewasa, Petualangan Sherina 2 berhasil mengakibatkan pemirsa film pertamanya bernostalgia di bioskop, dan ikut menciptakan memori baru bagi para generasi sekarang. Jika anda tertarik, film ini telah mampu anda simak di sejumlah bioskop Indonesia mulai 28 September 2023.

error: Content is protected !!