Eropa Ini Larang Pembukaan Hotel Baru Akibat Overtourism

Pemerintah Kota San Sebastian di Spanyol tengah merencanakan sejumlah undang-undang guna menghentikan pertumbuhan sektor pariwisata yang progresif, salah satunya dengan tak menerbitkan izin pembukaan hotel baru.

Kota yang terkenal akan pantai spaceman berpasir putihnya ini tengah dilanda overtourism (kegiatan liburan yang melebihi kapasitas).

Diinfokan dari La Nacion, Sabtu (28/10/2023), jumlah hotel dan guesthouse di kota ini telah bertumbuh lebih dari 48 persen sejak tahun 2012. Pertumbuhan paling kencang tercatat di akomodasi dari bintang tiga sampai bintang lima.

Tidak hanya itu, pada musim puncak liburan, tercatat ada 9.91 pelancong untuk tiap 100 penduduk lokal. Adapun saat ini populasi di San Sebastian sekitar 187.000 orang.

Wali Kota San Sebastian, Eneko Goia khawatir seandainya pertumbuhan pariwisata akan berdampak terhadap kwalitas hidup di kota hal yang demikian.

Dikutip dari Express.co.uk, Goia sempat mengatakan bahwa jumlah akomodasi pelancong di kota ini telah cukup. Ia lalu mengumumkan keputusan dewan kota untuk tak mengeluarkan izin bagi pembukaan hotel baru dan apartemen pelancong baru.

Tentunya hal ini bukan berarti San Sebastian melarang adanya pariwisata. Sebaliknya, kota ini mempromosikan model pariwisata berkelanjutan, cocok dengan model kota berkelanjutan.

Menghilangkan persaingan

Keputusan Pemerintah San Sebastian disambut baik, salah satunya oleh operator liburan setempat sekalian manajer San Sebastian Apartments bernama Inigo Etxebeste.

Alasannya, persaingan antara pengusaha akomodasi yang telah ada dengan pengusaha akomodasi yang baru malahan dapat dihilangkan.

“Bagi hotel-hotel yang telah ada sebelumnya dan telah mempunyai tamu, upaya ini berarti pesaing baru yang potensial tak akan dapat beroperasi. Dengan demikian, pelancong akan menginap di hotel-hotel yang telah ada,” tutur Etxebeste.

Ia memprediksi, tingkat okupansi hotel-hotel yang telah ada dapat lebih tinggi, dengan tarif menginap per malam yang lebih mahal pula berkat pertumbuhan permintaan dan penawaran yang tak berubah di pasar.

“Agen penyewaan apartemen juga akan mengalami kondisi yang sama, padahal benar seandainya agen-agen ini tak akan dapat mengoptimalkan bisnis mereka karena tak ada apartemen liburan baru yang menjelang pasar mulai saat ini,” tuturnya.